home icon
search icon
menu icon

Rektor USU Terima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun di HUT ke-73 RI

Dipublish Pada

18 Agustus 2018

Dipublish Oleh

Threesna Sharfina

MEDAN – Humas USU: Sebanyak 111 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), termasuk Rektor Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum., menerima anugerah tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja mereka yang penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara berkelanjutan. Penyematan dilakukan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia yang dilangsungkan di pelataran Gedung Biro Rektor USU pada Jumat (17/8).

 

 

Penyematan Satyalancana Karya Satya 30 tahun kepada Rektor USU dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Drs. H. Panusunan Pasaribu, M.M., di hadapan seluruh sivitas akademika USU yang mengikuti upacara.

Tanda kehormatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia dan diberikan dalam tiga kategori:

  1. 30 Tahun Pengabdian: Diberikan kepada 44 PNS dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, FISIP, dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FTIK).
  2. 20 Tahun Pengabdian: Diberikan kepada 20 PNS dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, FEB, FISIP, FKM, dan FTIK.
  3. 10 Tahun Pengabdian: Diberikan kepada 47 PNS dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, FEB, FISIP, Fakultas Psikologi, dan FTIK.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor USU membacakan sambutan dari Menristekdikti RI yang mengapresiasi prestasi gemilang generasi muda Indonesia di berbagai bidang seperti olahraga, inovasi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, ia juga menyoroti bahwa pemanfaatan iptek dan inovasi oleh pelaku ekonomi dan industri masih belum optimal.

Untuk itu, perguruan tinggi sebagai institusi iptek didorong untuk menjalin sinergi lebih erat dengan industri dan masyarakat agar inovasi memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa dan mampu menjawab berbagai tantangan nasional.

Menristekdikti juga menyoroti tantangan utama saat ini, seperti pemberantasan korupsi, peningkatan daya saing, dan menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, bangsa Indonesia harus memperkuat literasi tradisional (membaca, menulis, berhitung) dengan tiga literasi baru dalam pendidikan tinggi:

  1. Literasi Data – Kemampuan membaca, menganalisis, dan memanfaatkan informasi dari Big Data.
  2. Literasi Teknologi – Kemampuan memahami sistem mekanis dan teknologi kerja, seperti coding, kecerdasan buatan (AI), dan prinsip rekayasa.
  3. Literasi Manusia – Kemampuan dalam aspek kemanusiaan, komunikasi, dan desain kreatif. 

Ketiga literasi tersebut harus dimiliki oleh seluruh lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Untuk mendukung itu, dosen dan tenaga kependidikan juga harus meningkatkan kualitasnya, khususnya dalam kepemimpinan, kerja sama tim, adaptasi teknologi, dan kewirausahaan sosial. Menristekdikti yakin bahwa dengan penguatan ini, lulusan perguruan tinggi akan mampu menghadapi revolusi industri 4.0 dan menjadikan Indonesia negara yang kompetitif di tingkat global.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama di halaman belakang Gedung Biro Pusat Administrasi USU, yang juga dirangkai dengan pemberian hadiah berupa piala dan uang tunai kepada para pemenang lomba. Acara semakin semarak dengan pengundian hadiah lucky draw yang disediakan oleh para sponsor.

(Humas)

Berita