home icon
search icon
menu icon

Rumah Sakit USU Terima Tambahan Satu Alat PCR Bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD)

Dipublish Pada

12 Juni 2020

Dipublish Oleh

Threesna Sharfina

MEDAN – HUMAS USU: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui dr. Sofyan Tan Ginting, selaku anggota Komisi X DPR RI, menyerahkan bantuan satu unit alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Kamis (11/06/2020). Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu langkah percepatan dalam mendeteksi warga yang terindikasi Covid-19.

 

Sofyan Tan mengungkapkan bahwa RS USU menjadi satu-satunya rumah sakit pendidikan di luar Pulau Jawa yang menerima bantuan alat RT-PCR dari Kemendikbud. “Ini adalah kesempatan yang saya miliki sebagai anggota DPR untuk memberikan bantuan sekaligus turut serta membangun RS USU agar menjadi lebih baik ke depannya. Satu unit RT-PCR ini merupakan bagian dari lima unit alat yang dibeli oleh Kemendikbud, dan RS USU menjadi satu-satunya rumah sakit pendidikan di luar Jawa yang menerimanya,” ujar Sofyan.

Ia berharap bantuan ini dapat mempercepat dan mempermudah proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis. “Jika sebelumnya RS USU hanya mampu memeriksa sekitar 300 sampel per hari, dengan tambahan alat ini, kapasitas bisa meningkat menjadi 400–500 sampel per hari. Diharapkan ini dapat mempercepat proses uji swab terhadap pasien Covid-19,” tambahnya.

 

Bantuan ini disambut baik oleh Direktur Utama RS USU, Dr. dr. Syah Mirsya Warli, Sp.U(K). Menurutnya, alat ini akan membantu rumah sakit dalam mempercepat proses keluarnya hasil pemeriksaan.

“Kita mendapat tambahan satu alat RT-PCR dari Kemendikbud. Setelah alat ini terinstalasi dan bisa dioperasikan, cakupan pelayanan RS USU akan semakin luas dalam mengeluarkan hasil pemeriksaan secara cepat,” ujarnya.

 

Sebelumnya, RS USU melakukan pemeriksaan menggunakan alat milik USU, pinjaman dari Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, karena jumlah sampel yang tinggi dan alat RT-PCR yang terbatas, waktu penyelesaian uji sampel menjadi cukup lama. Dengan alat tambahan ini, RS USU optimis dapat mengeluarkan setidaknya 400 hasil pemeriksaan per hari.

 

“Dengan tambahan alat ini serta dukungan ketersediaan reagensia dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, gugus tugas, BNPB, dan Litbangkes, kami berharap proses ini berjalan lancar dan tidak ada lagi penumpukan sampel,” ujar Dr. dr. Syah Mirsya Warli, Sp.U(K). (Humas)

Berita