Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
29 Juli 2019
Threesna Sharfina
MEDAN – Humas USU: Universitas Sumatera Utara (USU) ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Pertemuan dan Rapat Komisi D Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTN-BH) yang berlangsung pada 23–25 Juli 2019 di Hotel Niagara, Parapat, Sumatera Utara. Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum., dan dihadiri oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Drs. Panusunan Pasaribu, M.M., Ketua Majelis Dewan Guru Besar, para Ketua Dewan Guru Besar, Ketua Dewan Profesor, Ketua Komisi Forum Guru Besar, Ketua Kelompok Kerja, serta Sekretaris MDGB dari 11 PTN-BH.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara yang digelar Selasa malam (23/07/2019), Rektor USU menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada USU sebagai tuan rumah pertemuan penting ini. Ia juga memaparkan sekilas tentang perjalanan dan pencapaian USU serta mengimbau agar tidak ada perbedaan perlakuan terhadap 11 PTN-BH, khususnya dalam pemberian kewenangan, yang seharusnya tidak didasarkan hanya pada sistem peringkat.
Sementara itu, Ketua Majelis Dewan Guru Besar PTN-BH, Prof. Dr. Ir. Nadjadji Anwar, M.Sc., yang juga Ketua Dewan Profesor ITS, menyampaikan harapannya agar pertemuan pertama yang digelar di Sumatera Utara ini dapat menghasilkan kajian konstruktif mengenai masa depan MDGB PTN-BH serta perannya dalam pembangunan bangsa.

Ketua Dewan Guru Besar USU, Prof. Dr. dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD-KGEH, dalam sambutannya yang dibacakan pada awal acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Forum PTN-BH di Makassar pada 13–15 Juli 2018. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan peran Guru Besar di lingkungan PTN-BH guna mendukung kinerja institusi secara sinergis. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pertemuan, yakni merangkum pemikiran para Guru Besar sebagai masukan strategis kepada pemerintah pusat.

Pertemuan kali ini secara khusus membahas topik: “Pembahasan Karakter dan Jati Diri Anak Bangsa Era Milenial”, sebagai kelanjutan dari wacana tahun 2018 bertema “Jati Diri di Era Revolusi Industri 4.0: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang.” Rapat juga merumuskan hasil-hasil pemikiran Komisi D MDGB PTN-BH dan tindak lanjutnya dalam rapat pleno MDGB berikutnya yang dijadwalkan pada Agustus–September 2019.
Prof. Gontar menegaskan bahwa seluruh hasil pertemuan ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang bermanfaat, serta mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan bangsa yang dihadapkan pada arus globalisasi dan teknologi yang kerap mengaburkan batas nilai-nilai agama dan budaya.

Ia menekankan bahwa penyelamatan karakter dan jati diri bangsa adalah tanggung jawab bersama, termasuk MDGB PTN-BH, demi menjaga kejayaan bangsa tanpa kehilangan identitas nasional.
Di sisi lain, Ketua MWA USU, Drs. Panusunan Pasaribu, M.M., menyatakan dukungannya terhadap upaya Rektor dan sivitas akademika USU dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun kembali keutuhan bangsa melalui forum-forum strategis seperti ini.
Sebagai penutup kegiatan, peserta mengikuti tur budaya ke Desa Huta Siallagan di Pulau Samosir. Adapun 11 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam PTN-BH adalah: ITB, UGM, IPB, UI, UPI, USU, UNAIR, UNPAD, UNDIP, UNHAS, dan ITS.
(Humas)