MEDAN – Humas USU: Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2020–2025 pada Jumat (24/10/2020). Dr. Nurmala Kartini, yang merupakan istri dari almarhum Dr. Sjahrir—seorang ekonom Indonesia—resmi menggantikan Ketua MWA sebelumnya, Drs. Panusunan Pasaribu, M.M. Pemilihan dilakukan secara daring melalui rapat pleno MWA USU yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si., mewakili Gubernur Sumut.
Agenda rapat pleno MWA mencakup perkenalan dengan anggota MWA USU periode 2020–2025, serah terima jabatan Ketua dan Sekretaris MWA, pemilihan dan penetapan Ketua serta Sekretaris MWA periode 2020–2025, serta pembentukan komisi beserta pengangkatan ketua, sekretaris, dan anggota komisi MWA USU periode 2020–2025.
Selain Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan sebagai Ketua MWA, turut terpilih Prof. Dr. Guslihan Dasa Tjipta sebagai Sekretaris MWA, Muhammad Arifin Nasution sebagai Ketua Komisi I, dan Puspa Melati sebagai sekretaris komisi.
Secara terpisah, salah satu anggota MWA USU, Dr. Abdul Hakim Siagian, S.H., M.Hum., menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan, MWA akan mampu membawa USU meraih pencapaian yang lebih tinggi. Ia menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, namun melalui kolaborasi yang baik antara MWA dan Rektorat, USU diyakini dapat menjadi universitas yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Ia juga mengapresiasi kinerja Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, yang telah membawa USU mencapai prestasi luar biasa. “Kini USU telah masuk dalam jajaran elit universitas terbaik dan berada dalam klaster I pemeringkatan nasional. Itu adalah pencapaian yang sangat baik,” ujarnya.
“Kerja sama tim (teamwork) yang dibangun oleh Rektor selama ini patut mendapat penghargaan tinggi. Banyak kemajuan yang telah diraih serta fondasi yang kuat telah diletakkan sehingga USU mampu bersaing di tingkat global menuju World Class University,” kata Dr. Abdul Hakim Siagian. (RJ)