Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
18 Juli 2018
Threesna Sharfina
MEDAN – Humas USU: Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Rumah Sakit USU, terutama setelah RS USU berhasil naik kelas dari tipe C menjadi tipe B sejak terakreditasi paripurna pada Juni 2018. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MWA, Drs. H. Panusunan Pasaribu, M.M., saat memimpin kunjungan kerja MWA bersama Senat Universitas dan Rektor ke RS USU, Selasa (17/07/2018).

Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Sekretaris MWA, Fahmi Natigor Nasution, S.E., M.Acc., Ak.; Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu; serta anggota MWA lainnya: Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, MSIE; Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Hakim Bangun, Apt.; Prof. Dr. Zul Alfian, M.Sc.; Prof. Dr. Syafruddin Kalo, S.H., M.Hum.; dan Dr. Rustam Effendi Nainggolan. Dari Senat Universitas hadir Ketua Senat, Prof. Dr. Chairul Yoel, Sp.Ak.(K); Sekretaris, Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.S.P.; serta anggota: Prof. Dr. dr. Delfitri Munir, Sp.THT-KL(K); Dr. Mardiningsih, M.Si.; Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, M.Si., Apt.; Ir. Syahrizal, M.T.; dan dr. Zaimah Z. Tala, M.S., Sp.G.K.
Rombongan disambut jajaran Dewan Pengawas RS USU, antara lain Prof. Paham Ginting, dr. Azwan Hakmi Lubis, dan dr. Nazaruddin. Hadir pula jajaran direksi RS USU:
Ketua MWA, Panusunan Pasaribu, mengaku senang dapat meninjau langsung fasilitas RS USU dari ruang ke ruang, termasuk rencana pengembangan seperti instalasi mesin Cath Lab yang belum dapat dioperasikan karena izin dari BPJS belum terbit. Ia menyampaikan bahwa sejumlah catatan penting dari hasil kunjungan tersebut akan dibahas dalam rapat MWA, terutama terkait kebutuhan SDM dan peralatan penunjang demi kemajuan RS USU.

Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, dalam sambutannya menekankan bahwa RS USU dan RS Gigi dan Mulut FKG USU merupakan unit penunjang akademik, bukan unit bisnis. Oleh karena itu, pengembangannya difokuskan agar RS USU dapat menjadi rumah sakit rujukan dan percontohan, sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kedokteran-kesehatan (IPTEKDOKKES) nasional di masa mendatang.
Direktur Utama RS USU, Dr. dr. Syah Mirsya Warli, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sistem pengelolaan rumah sakit dan fakultas, salah satunya dari sisi akreditasi: fakultas setiap lima tahun sekali, sementara rumah sakit setiap tahun. Maka itu, diperlukan sinkronisasi antara keduanya.
RS USU juga menjadi salah satu bangunan ramah lingkungan (green building) pertama di lingkungan USU, dirancang dengan konsep efisiensi energi dan keberlanjutan. Saat ini RS USU memiliki 17 poliklinik, di antaranya: Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan, Penyakit Dalam, THT, Mata, Saraf, Kulit dan Kelamin, Jantung, Rehabilitasi Medik, Bedah Saraf, Ortopedi, Bedah Anak, Tumbuh Kembang, Psikiatri, Paru, dan Anestesi.
Jumlah tempat tidur yang telah beroperasi sebanyak 109 unit, dan akan ditambah 56 unit dalam waktu dekat. RS USU juga mulai mengembangkan layanan subspesialistik seperti gastroenterohepatologi, nefrologi, hemato-onkologi, geriatri, dan lainnya.
(Humas)