RS USU Tambah Satu Alat PCR Bantuan Kemendikbud

MEDAN-HUMAS USU: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui dr Sofyan Tan Ginting selaku anggota komisi X DPR RI menyerahkan bantuan satu alat Real Time Polymerase Chain Reaction ( RT PCR) kepada Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Kamis (11/06/2020).

IMG 20200611 WA0002 resize 15

Penyerahan bantuan satu alat PCR ini sebagai salah satu langkah percepatan dalam mendeteksi warga yang terindikasi kasus Covid-19.

Sofyan Tan mengungkapkan bahwa RS USU menjadi satu-satunya RS pendidikan di luar Pulau Jawa yang mendapat bantuan alat RT PCR dari Kemendikbud.

IMG 20200611 WA0004 resize 22

"Ini adalah kesempatan yang saya miliki sebagai anggota DPR untuk memberikan bantuan sekaligus turut serta membangun RS USU menjadi lebih baik lagi ke depannya. 1 unit RT PCR ini menjadi bagian bantuan RT PCR yang dibeli dari Kemendikbud sebanyak 5 unit itu, sehingga menjadikan RS USU sebagai satu-satunya rumah sakit pendidikan di luar Jawa yang mendapatkannya," ungkap Sofyan.

IMG 20200611 WA0003 resize 15

Sofyan Tan berharap agar bantuan alat RT PCR ini dapat mempermudah proses pemeriksaan yang dilakukan tim medis.

"Jika sebelumnya dengan alat RT PCR yang dimiliki RS USU, sample yang diperiksa sebanyak lebih kurang 300-an sample per hari dengan tambahan ini bisa menjadi 400-500 sample per hari. Dengan bantuan itu diharapkan dapat kian mempercepat dan mempermudah proses pemeriksaan swab yang dilakukan tim medis RS USU terhadap para pasien Covid-19," tutur Sofyan.

IMG 20200611 WA0001 resize 99

Bantuan Alat RT PCR ini disambut baik oleh Dirut RS USU, Dr. dr. Syah Mirsya Warli, SpU (K). Menurut Dirut, adanya bantuan ini dapat membantu Rumah Sakit untuk segera mengeluarkan hasil pemeriksaan dengan cepat.

"Jadi kita dapat tambahan satu alat RT PCR dari Kemendikbud. Segera setelah alat ini terinstalasi dan dapat dioperasikan maka ini menambah cakupan rumah sakit USU untuk bisa lebih cepat mengeluarkan hasil," ungkap Dirut.

IMG 20200611 WA0005 resize 32

 

Sebelum adanya alat ini, Dirut menuturkan, RS USU telah melakukan pemeriksaan dgn menggunakan alat milik USU, pinjaman Balai Besar Karantina Pertanian Belawan dan bantuan Propinsi Sumut. Akan tetapi dengan sampel yang begitu banyak dan jumlah RT PCR yang minim maka diperlukan waktu untuk menyelesaikan sampel yang ada. Namun, dengan adanya alat bantuan dari Kemendikbud, RS USI optimis dapat mengeluarkan paling tidak 400 hasil per hari.

"Dengan tambahan alat RT PCR ini serta dukungan untuk ketersediaan reagensia yang sangat dibantu oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, gugus tugas, BNPB dan Litbangkes semoga ini bisa terus berjalan lancar sehingga tidak ada lagi penumpukan sampel," demikian Direktur Utama RS USU Dr dr Syah Mirsya Warli, Sp U (K).(Humas)